Terkini

5 Terpopuler

Search

Loading...
Saturday, August 13, 2011
sumber: batampos.co.id
Mengikuti Kasus mindo, bikin saya gregetan. Apalagi koran Batam sebagian besar mengungkap masalah ini. Makin kesini, makin membuat orang (termasuk Saya) sinis terhadap Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.

Perkembangan terbaru, Kapolda Kepri menawarkan "damai" dengan para satpam yang teraniaya. Bagi yang muslim di-umroh-kan, bagi yang kristian dijanjikan wisata rohani ke Jerusalem. Sebuah konpensasi yang lucu, tak cerdas, terkesan dipaksakan dan mirip orang panik dan takut bertanggung jawab. Sebab, Ketujuh sekuriti yang teraniaya dan pengacaranya melaporkan tindakan polisi ke Komnas HAM juga Propam. Dan mereka tak mau mundur.

Bagi saya wajar saja para sekuriti ini tak terima (baca bataampos online di sini). Sudahlah badan cacat karena siksaan, pekerjaan hilang, harga diri musnah dan terhina pula. Maka, tawaran "damai" Kapolda ini nyaris saya artikan "iming-iming", dan cenderung kekanak-kanakan.

Sudah bukan zamannya lagi teknik interogasi dilakukan dengan kekerasan dan penyiksaan. Ini bukan perang. dan kalaupun masih dilakukan, jangan kabur dari tanggung jawab dong jika dikemudian hari ternyatasalah tangkap.

Dari koran Batampos yang saya baca hari ini, penyiksaan yang dilakukan bermacam. Ada yang jarinya diinjak dengan kursi, ada yang lidahnya disundut dengan rokok, pantat ditendang, dipukul gagang pistol, disuruh jongkok lalu pantat ditendang, dsb. Bahkan kabarnya ada polwan dan si Mindo ini ikut juga menyiksa (disamarkan dengan kalimat "oknum perwira terlibat penyiksaan").


Tapi jangan harap Anda menemukan sudut pandang yang sama untuk kasus yang sama, jika Anda membaca koran Tribun Batam. Dari semua koran Batam yang saya baca, hanya koran tribun ini yang pemberitaanya seolah membela Mindo, tepatnya "sebisa mungkin membela". Usut punya usut, ternyata wartawan tribun batam ini adalah jemaat satu gereja dengan Mindo, hehe... wajar saja.

Ada satu hal yang menggelitik, beberapa hari kebelakang, Kapolda mengundang Ki Joko Bodo. Anda kenal? Pasti kenal!! Kapolda menjemput langsung Ki Joko Bodo langsung dari bandara Hang Nadim Batam. Katanya, kangen-kangenan kawan lama.

Namun bagi sebagian (bisa sebagian kecil atau sebagian besar) masyarakat Batam, punya pandangan lain. Pas kebetulan ada kasus yang tidak mampu dipecahkan oleh Polda Kepri, maka Ki Joko Bodo-lah yang dimintai petunjuknya.Bisa saja berkelit, kasus Mindo ini hanya menjadi perbincangan biasa, bukan tujuan Joko Bodo kesini. Tapi, kurang lebih, ada niatan meminta bantuan petunjuk dari Ki Joko Bodo, diakui aatau tidak.

Jadi, kesan ketidak profesionalan Polda Kepri semakin kental.
  1. Penetapan tersangka yang kemudian salah tangkap (tujuh sekuriti perumahan)
  2. Penyiksaan para tahanan
  3. Tawaran Damai yang lucu dan terkesan kekanak-kanakan
  4. Mengundang Ki Joko Bodo.
Dari semua kejadian ini, mana yang lebih menunjukkan watak Polisi?

0 Komentaar:

Post a Comment

Jika Otak anda Masih Normal, Silakan Cacimaki Saya